BAB4 Memberi tanggapan dengan santun
A. Mengidentifikasi Informasi Teks Tanggapan
a. Pengertian Teks Tanggapan
Teks tanggapan ialah teks yang berisi penyampaian tanggapan mengenai suatu peristiwa, fenomena, isu, atau hal lainnya dengan analisis yang mendalam dari berbagai sudut pandang. Tanggapan ini disampaikan tentu tergantung pada pendapat orang yang mengkritisi. Dengan begitu, pengkritisi bisa menyampaikan rasa setuju atau tidak setuju.
Setiap tanggapan yang diberikan harus mempunyai alasan, dan manfaatnya membuat orang yang di tanggap semakin lebih baik.
b. Tujuan Teks Tanggapan
Tujuan teks tanggapan yaitu untuk memilih salah satu pernyataan, karena teks ini berisi alasan yang mendukung dan yang menolak.
c. Ciri Ciri Teks Tanggapan
Ciri-ciri yang dimiliki teks tanggapan sangat khusus, karena pasti di dalamnya terhadap tanggapan-tanggapan berbeda. Ciri-cirinya:
Teks ini memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar (disertai fakta dan alasan).
Struktur terdiri dari konteks, deskripsi, dan penilaian
Kaidah kebahasaan dengan ciri terdapat kata rujukan.
B. Menyimpulkan Informasi Teks Tanggapan
Cara menyimpulkan informasi dari teks tanggapan terhadap suatu karya (lukisan, buku, dll) adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
Karya apakah yang ditanggapi?
Siapa yang menghasilkan karya tersebut?
Siapa yang menaggapi?
Bagaimana bentuk tanggapannya?
Bagaimana cara menanggapinya?
Catatan:
Bentuk tanggapan berkaitan dengan pujian atau kritik; cara menanggapi berkaitan dengan urutan penyajian tanggapan.
C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan
a. Struktur Retorika Teks Tanggapan
Seperti yang ada pada ciri-ciri teks tanggapan, teks ini disusun oleh 3 elemen yaitu:
Konteks, berisi jawaban atas pertanyaan apa yang ditanggapi? Di mana dan kapan peristiwa terjadi? Peristiwa apa, politik, sosial, seni budaya?
Deskripsi, berisi jawaban atas pertanyaan bagaimana sesuatu terealisasi/diciptakan atau dihasilkan?
Penilaian, bagian ini berisi apa yang kita pikirkan tentang sesuatu itu?
b. Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan
Ciri kebahasaan yang biasa dipakai dalam teks tanggapan diantaranya:
Kalimat kompleks: kalimat yang memiliki lebih dari 2 struktur dan 2 verba.
Konjungsi: kata penghubung yang menghubungkan setiap kata dan struktur.
Kata Rujukan: sesuatu yang digunakan oleh penulis untuk memperkuat pernyataan dengan tegas. Dikenal juga dengan sebutan referensi.
Pilihan Kata: pemilihan kata yang sesuai dalam penggunaan sekaligus pembuatan teks tanggapan kritis.
c. Memuji Secara Tepat
Cara memberikan pujian yang tepat yaitu:
1. Tulus, bukan basa basi.
Contohlogo
logo-tv
Cari
News Edukasi Ekonomi Kreatif Entertainment Gaya Hidup Inspirasi Nasional Olahraga Opini Otomotif Religi Teknologi Video Photo
Edukasi
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 13 edisi revisi 2018 Bab 4 Memberi Tanggapan dengan Santun
Rifqi Musthofa
Kamis, 1 Desember 2022 | 08:30 WIB
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 13 edisi revisi 2018 Bab 4 Memberi Tanggapan dengan Santun (Foto: Freepik mindandi)
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 13 edisi revisi 2018 Bab 4 Memberi Tanggapan dengan Santun (Foto: Freepik mindandi)
Kamu tampak lebih ceria jika memakai baju warna itu. (tepat)
Kamu bagus memakai baju itu. (kurang tepat)
2. Hormati, hargai.
Hati-hati memuji berdasarkan suku, agama, ras, atau penampilan fisik seseorang orang. Hindari juga penjelas yang tidak perlu.
Contoh kurang tepat.
Kamu hebat untuk ukuran orang desa.
Tidak ada orang kampung yang sepintar kamu. (ini menyiratkan orang desa/kampung tidak ada yang hebat atau pintar).
Tuh kan kamu terlihat lebih cantik kalau berdandan. (ini menyiratkan bahwa jika tidak berdandan orang itu tidak cantik).
3. Waktu
Perhatikan situasi dan kondisi saat memberikan pujian karena ada beberapa pujian yang tidak cocok dalam situasi tertentu.
4. Berikan rasa nyaman
Tujuan memuji adalah untuk orang lain bukan membicarakan diri sendiri.
Misalnya: Kamu hebat sekali sudah memenangi kejuaraan catur mengharumkan sekolah kita, kalau saya tidak mungkin bisa. Saya orang yang tidak bisa apa-apa.” (contoh seperti ini membuat orang yang dipuji tidak merasa nyaman).
d. Menemukan Hal untuk Dipuji
Beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pujian
Pujilah pada hal yang menjadi kepedulian khusus seseorang akan dirinya (seperti kepribadiannya, hasil kerjanya, prestasinya).
Pujilah orangya, bukan objeknya.
Pujilah hal apa yang diperjuangkannya.
Intinya, orang ingin mendapatkan pujian dari hal yang dia inginkan bukan yang kita inginkan.
e. Menerima Pujian
Contoh sikap apresiatif dan membuat pemberi pujian senang.
“Terima kasih banyak” atau cukup “terima kasih”. Ucapan abadi sederhana klasik yang paling mudah diucapkan.
“Terima kasih atas penghargaan ........”
“Terima kasih; ucapan yang memotivasi saya.”
“Terima kasih – saya senang sekali.”
“Terima kasih, kamu baik sekali.”
f. Mengkritik
Kritik yang baik didasari atas beberapa hal yaitu:
Bersifat membangun (konstruktif)
Di dasarkan pada niat yang baik.
Hanya untuk hal penting saja dan untuk kepentingan orang lain.
Tidak di sembarang waktu dan tempat.
Berfokus pada kekuatan keunggulan bukan pada kelemahan keburukan.
D. Mengungkapkan Teks Tanggapan secara Lisan dan atau Tulis
Pedoman membuat teks tanggapan adalah dengan memerhatikan struktur teks tanggapan yaitu: konteks, deskripsi, penilaian.
BAB 5 Menyajikan Teks Diskusi
A. Mengidentifikasi Informasi Teks Diskusi
Teks diskusi disusun untuk menyajikan pendapat,
sudut pandang, atau perspektif yang berbeda
terhadap suatu pemasalahan.
Sehingga setiap orang mengajukan pendapat yang berbeda-beda, gagasan dan argumentasi dievaluasi untuk mengambil keputusan
B. Menyimpulkan Isi Teks Diskusi
Kegiatan meyimpulkan isi tulisan diawali dengan
pokok pikiran setiap paragraf.
Adapun struktur teks diskusi terdiri atas
pendahuluan, isi, dan simpulan.
Pendahuluan menyangkut pernyataan untuk
membatasi topik, latar belakang topik dan sudut
pandang berbeda yang akan dibahas.
Isi berupa serangkaian topik, dua atau tiga paragraf
argumen pro maupun kontra berserta alasan dan
contoh pendukungnya. Serta menggunakan bahasa
persuasif dan kohesif untuk menghubungkan
gagasan.
Sedangkan simpulan berisi simpulan argument dari kedua sisi pro dan kontra, mengevaluasi argumen yang paling efektif. Serta rekomendasi satu sudut pandang berdasarkan argumen yang disajikan.
C. Menelaah Teks Diskusi
Menelaah teks diskusi pada dasarnya sama dengan
teks eksposisi yaitu memperhatikan pendahuluan,
BAB 6 Menyusun Cerita Inspiratif
Materi menyusun cerita inspiratif berfokus pada cara membuat cerita yang memberikan motivasi, pelajaran hidup, dan pesan moral bagi pembacanya. Berikut rangkuman dari langkah-langkah utama dalam menyusun cerita inspiratif:
1. Pengertian Cerita Inspiratif: Cerita inspiratif adalah cerita yang berisi pengalaman hidup atau peristiwa yang memotivasi dan memberikan pelajaran berharga. Tujuannya untuk menyentuh emosi pembaca dan memberikan pesan positif.
2. Ciri-ciri Cerita Inspiratif:
Mengandung pesan moral atau nilai positif.
Menampilkan tokoh yang menghadapi tantangan atau masalah.
Menceritakan perjuangan, ketekunan, atau sikap pantang menyerah.
Menggunakan bahasa yang mampu menginspirasi pembaca.
3. Struktur Cerita Inspiratif:
Orientasi: Pembuka cerita yang memperkenalkan tokoh, latar, dan situasi awal.
Komplikasi: Bagian di mana muncul masalah atau konflik yang dihadapi tokoh utama.
Resolusi: Penyelesaian masalah atau cara tokoh mengatasi konflik.
Koda: Penutup yang berisi pesan moral atau pelajaran yang bisa diambil dari cerita.
4. Langkah Menyusun Cerita Inspiratif:
Menentukan tema atau pesan yang ingin disampaikan.
Merancang tokoh utama yang memiliki karakter inspiratif.
Mengembangkan alur cerita yang menggambarkan konflik atau tantangan.
Menyusun penyelesaian yang memberikan inspirasi atau motivasi kepada pembaca.
5. Kaidah Kebahasaan Cerita Inspiratif:
Menggunakan bahasa yang jelas dan bermakna.
Memakai kalimat yang menggugah perasaan dan mengajak pembaca merenung.
Menggunakan dialog yang mendukung karakter tokoh dan pesan cerita.
Dalam menyusun cerita inspiratif, penting untuk menyampaikan nilai-nilai positif, seperti keberanian, ketekunan, dan kejujuran, melalui alur yang mengalir dan tokoh yang menarik. Hal ini membuat c
erita lebih hidup dan mampu menyentuh hati pembaca.
No comments:
Post a Comment