Thursday, 23 January 2025

Jawaban soal kata Imbuhan

1. a. mempelajari

2. b. memahami

3. a. membaca

4. b. membuat

5. a. mencapai

6. a. dikerjakan

7. a. menjaga

8. a. menjaga

9. a. memperbaiki

10. b. melukis

11. a. memberikan

12. a. memperindah

13. a. menyelesaikan

14. a. mempermudah

15. a. mempermudahkan

16. a. dikembangkan

17. a. menyembuhkan

18. a. menciptakan

19. Tidak ada nomor 19 di soal.

20. a. direvisi


By: Rafi izzul 

Pengertian, Jenis, dan Contoh Imbuhan dalam Bahasa Indonesia

 Imbuhan atau afiks adalah kata yang ditambahkan pada kata dasar. Pengimbuhan pada kata bertujuan untuk mengubah kelas kata serta makna yang terkandung di dalamnya.

Contoh imbuhan dalam bahasa Indonesia terdiri dari beberapa jenis. Ada yang diletakkan pada bagian awal, tengah, akhir, dan mengapit kata dasar. Untuk lebih memahaminya, simak pengertian, jenis, dan contoh imbuhan berikut.

Imbuhan atau afiks adalah sisipan yang dibubuhkan pada sebuah kata.

Proses pemberian imbuhan atau afiksasi mengakibatkan perubahan bunyi, menghasilkan makna gramatikal, dan mengubah fungsi atau kelas kata.

Jenis dan contoh imbuhan
Berikut jenis-jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia berdasarkan letaknya.

1. Awalan
Awalan atau prefiks adalah imbuhan yang diletakkan di bagian awal sebuah kata. Ada delapan macam prefiks bahasa Indonesia, yakni me-, di-, ber-, ke-, ter-, se-, pe-, ter-. Berikut contoh imbuhan awalan:

me- + tonton= menonton
di- + pukul= dipukul
ber- + main= bermain
ke- + kasih= kekasih
ter- + bawa= terbawa,
pe- + syair= penyair, dsb
2. Sisipan
Sisipan atau infiks adalah imbuhan yang diletakkan di bagian tengah sebuah kata, seperti -e-, -em-, -er-, -el-. Berikut contoh imbuhan sisipan:

gigi + (-er-)= gerigi
tunjuk + (-el)= telunjuk
guruh + (-em)= gemuruh, dsb
3. Akhiran
Akhiran atau sufiks adalah imbuhan yang diletakkan di bagian akhir sebuah kata. Bahasa Indonesia memiliki tiga macam sufiks, yaitu -an, -kan, -i. Berikut contoh imbuhan akhiran:

jual + -an= jualan
beri + -kan= berikan
kunjung + -i= kunjungi
4. Imbuhan gabung
Imbuhan gabung atau konfiks merupakan gabungan antara awalan dan akhiran yang dibubuhkan secara langsung pada kata dasar. Contoh konfiks bahasa Indonesia antara lain: per-an, ber-an, di-i, peN-an, ke-an, me-kan, me-i, memper-i, memper-kan.Berikut contoh imbuhan gabung:

uji coba + me(n)-kan= mengujicobakan
tanggung jawab + per-an= pertanggung jawaban

Imbuhan serapan
Selain imbuhan awalan, sisipan, akhiran, dan gabungan awalan akhiran, ada juga yang disebut imbuhan serapan, seperti dikutip dari buku Bahasa Indonesia, Langkah Baru, A New Approach.

Imbuhan serapan diambil dari bahasa Sansekerta, yakni imbuhan akhiran -man, -wan, dan -wati. Imbuhan akhiran ini memiliki fungsi membentuk kata benda.

Makna ketiga akhiran tersebut menyatakan ahli, memiliki pekerjaan, dan menyatakan memiliki sifat. Contohnya, seniman, sastrawan, peragawati.

Selain itu ada juga imbuhan -is yang memiliki dua fungsi yakni sebagai pembentuk kata benda dan pembentuk kata sifat dan imbuhan -isme dan -isasi yang berfungsi sebagai pembentuk kata benda. Misalnya, nasionalisme, modernisasi, legalisasi, dan sebagainya.

Pola kata berimbuhan
Berikut beberapa hal mengenai pola kata berimbuhan yang perlu dipahami dengan imbuhan awalan atau prefiks.

Imbuhan me- yang dilekatkan dengan kata dasar berawalan fonem s, luluh menjadi meny- dan peny. Contohnya meny- + sapu= menyapu.
Imbuhan me- yang dilekatkan dengan kata dasar yang berawalan fonem -k, luluh menjadi meng- atau peng-. Contohnya meng- + kunci= mengunci.
Imbuhan me- yang dilekatkan dengan kata yang berawalan fonem p, luluh menjadi mem-. Contohnya me- + pesona= memesona.
Imbuhan me-/pe- yang dilekatkan dengan kata dasar yang berawalan fonem i, m, n, r, w, y, maka bentuknya tetap me- dan -pe. Contohnya me- + laut= melaut.
Imbuhan me-/pe yang dilekatkan dengan kata dasar yang berawalan fonem c, d, j, t, z, luluh menjadi men- dan pen-. Contohnya men- + curi= mencuri.
Imbuhan me-/pe- yang dilekatkan dengan kata dasar yang berawalan fonem b, f, p, v, luluh menjadi mem- dan pem-. Contohnya mem- + baca= membaca.
Imbuhan me- yang dilekatkan dengan kata dasar dengan fonem vokal a, i, u, e, o dan g, h, k, luluh menjadi meng- dan peng-. Contohnya meng- + arsir= mengarsir.

By:Rafi izzul,


Monday, 20 January 2025

Bentuk jenis fungsi dan arti atau makna imbuhan dalam bahasa indonesia

Dalam bahasa Indonesia, imbuhan adalah bentuk morfem terikat yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru atau memberi makna tambahan. Imbuhan memiliki fungsi tertentu dalam pembentukan kata. Berikut adalah penjelasan mengenai bentuk, jenis, fungsi, dan arti atau makna imbuhan:

Fungsi Kata Imbuhan
Imbuhan berfungsi untuk mengubah kata dasar menjadi kata benda, kata sifat hingga kata kerja. Misalnya, kata dasar “batu” bisa menjadi kata sifat bila mendapatkan imbuhan mem- atau “membatu”.
Berikut adalah fungsi imbuhan dalam bahasa Indonesia: 
•Memodifikasi makna kata dasar
•Membentuk kata baru
•Mengindikasikan kelas kata
•Menunjukkan bentuk jamak
•Membentuk kata kerja
•Mengindikasikan waktu atau aspek
•Memberikan informasi gramatikal

Jenis-jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia: Prefiks (awalan), Sufiks (akhiran), Infiks (sisipan), Konfiks (gabungan awalan dan akhiran)
2. Jenis Imbuhan
Imbuhan Asli Bahasa Indonesia:
Awalan: me-, di-, ber-, ter-, ke-, pe-, se-
Akhiran: -kan, -i, -an
Sisipan: -el-, -em-, -er-
Konfiks: ke-an, per-an, ber-an


2. Imbuhan Serapan:
Dari bahasa Sanskerta: -wan, -wati, -man
Dari bahasa asing (terutama Belanda dan Inggris): -isme, -is, -isasi

Contoh imbuhan: 
Awalan "per-" dapat membentuk nomina atau verba
Imbuhan "-an" di akhir kata mengubah kata kerja menjadi kata benda
Imbuhan "-el-" di tengah kata dasar mengubah kata "tunjuk" menjadi kata "telunjuk"
Imbuhan "-ke-" dapat mengubah kata sifat menjadi kata benda

Arti atau Makna Imbuhan

Awalan:
me- : Menyatakan tindakan aktif (menulis).
di- : Menyatakan tindakan pasif (ditulis).
ber- : Menyatakan keadaan atau tindakan (bermain).
ter- : Menyatakan keadaan yang tidak disengaja atau superlatif (terjatuh, terbesar).
ke- : Menyatakan arah, keadaan, atau bilangan urutan (ke sana, kedua).

Akhiran:
-kan: Menyatakan perintah atau tujuan (menciptakan).
-i: Menyatakan tindakan terhadap sesuatu (menghormati).
-an: Menyatakan hasil atau benda (bacaan).

Sisipan:
-el-: Menyatakan intensitas (geletar).
-em-: Menyatakan keadaan (gemetar).
-er-: Menyatakan sifat atau keadaan (gerigi).

Konfiks:
ke-an: Menyatakan keadaan atau abstraksi (kebahagiaan).
per-an: Menyatakan proses atau tempat (pelajaran, pertemuan).

Imbuhan memiliki peranan penting dalam membentuk kata dan makna dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami imbuhan, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih efektif.

By:chat gpt, google and Rafiizul

JAWABAN LATIHAN SOAL BAB V


1. Kalimat Tanggapan Positif: Kalimat tanggapan positif adalah kalimat yang menunjukkan persetujuan, apresiasi, atau penerimaan terhadap suatu pernyataan, ide, atau situasi. Kalimat ini biasanya mengandung kata-kata yang menunjukkan dukungan atau kepuasan, seperti “saya setuju,” “itu bagus,” “saya mendukung,” atau “itu benar.”

2. Kalimat Tanggapan Negatif: Kalimat tanggapan negatif adalah kalimat yang menunjukkan ketidaksetujuan, penolakan, atau kritik terhadap suatu pernyataan, ide, atau situasi. Kalimat ini biasanya mengandung kata-kata yang menunjukkan penolakan atau ketidakpuasan, seperti “saya tidak setuju,” “itu buruk,” “saya menentang,” atau “itu salah.”

3. Karakteristik Kalimat Saran: Kalimat saran memiliki beberapa karakteristik utama:

- Memberikan Rekomendasi

- Bertujuan membantu

- Menggunakan Kata Kerja Aksi

- Bisa Bersifat Implisit atau Eksplisit

4. Saran: Saran adalah usulan atau rekomendasi yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Saran biasanya diberikan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, atau pertimbangan tertentu dengan tujuan membantu penerima dalam membuat keputusanyelesaikan masalah.

5. Tanggapan: Tanggapan adalah respon atau reaksi seseorang terhadap suatu pernyataan, ide, situasi, atau tindakan. Tanggapan bisa berupa pendapat, perasaan, atau sikap yang diungkapkan oleh seseorang dan bisa bersifat positif, negatif, atau netral. Tanggapan sering kali mencerminkan pandangan, nilai, atau kepentingan individu yang merespons.


Judul: I

Nikmatnya Kuliner yang Digemari: Menyelami Cita Rasa dalam 1000 Kata

Tanggapan positif:

Penulisnya menyajikan pengalaman secara menarik, membuat pembaca merasa seolah-olah turut menikmati hidangan tersebut. 


Tanggapan negatif :

Artikel seperti ini terasa kurang seimbang dan dapat dianggap sebagai promosi terselubung daripada ulasan objektif. Pembaca mungkin mengharapkan informasi yang lebih mendalam, termasuk aspek negatif atau perbandingan dengan kuliner sejenis.


Usuan dan/atau saran:

kenikmatan kuliner sebagai pengalaman multisensori yang mencerminkan budaya, identitas, dan kenangan emosional


SOAL

1. Apakah yg di maksud dengan Diskusi ?

2. Jelaskan pengertian Teks Diskusi !

3. Apa tujuan Teks Diskusi ? jelaskan !

4. Apa saja ciri - ciri Teks Diskusi ?

5. Apa contohnya punya masalah/topik yang dibahas jelaskan !

6. Argumen ini bertujuan untuk menyakitkan

apa sih ?

7. Sebutkan 2 yg dipendahuluan(isu) unsur dlm teks diskusi yg berisi ?

8. Ada berapa terdapat di argumen pro dan kontra, sebutkan 2 argumen apa saja ?

9. Apa yang digunakan untuk mendukung atau menolak suatu pendapat mengenai permasalahan yang sedang dibahas dalam diskusi ?

10. Jelaskan simulasi atau saran !


By:Rafi izzul 

Thursday, 9 January 2025

Tugas bahasa Indonesia Kelas 9 rangkuman bab 5-bab 8

BAB 5 Peka Terhadap Berbagai Permasalahan Melalui Teks Tanggapan

1. Ciri Umum Teks Tanggapan:

Bertujuan untuk memengaruhi, membujuk, menyanggah, mendebat, atau bereaksi.

Mengutamakan aspek persuasif.

Bagian resume disusun secara kronologis/berurutan.

Penyampaian efektif, tidak bertele-tele.


2. Fungsi Teks Tanggapan:

Membantu pelajar bersikap apresiatif dan kritis.

Tanggapan dapat berupa persetujuan, pujian, ketidaksetujuan, atau kritik.


3. Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Teks Tanggapan:

Membaca paragraf.

Menentukan kalimat utama atau pokok pembicaraan setiap paragraf.

Membuat simpulan berdasarkan analisis isi paragraf.

Kriteria Simpulan yang Baik:

Hasil dari analisis paragraf.

Menggambarkan isi paragraf.

Berisi hal-hal yang terdapat dalam paragraf.


4. Struktur Teks Tanggapan:

Kelebihan dan Kekurangan: Menguraikan aspek positif dan negatif.

Penilaian Keseluruhan: Memberikan evaluasi secara umum.

Resume: Menyimpulkan poin-poin utama.


5. Ciri Kebahasaan Teks Tanggapan:

Menggunakan kalimat kompleks dan aktif.

Pemakaian kata tugas dan istilah.

Adanya kalimat deskriptif.


6. Tata Cara Mengkritik:

Menggunakan "cara kue lapis" (menyebutkan poin kurang baik di antara dua poin baik).

Menggunakan bahasa santun.

Fokus pada tindakan atau tulisan, bukan pada orangnya.

Memberikan simpulan dan menyusun kritik/saran secara bertahap.

Rangkuman ini menjelaskan inti dari teks tanggapan dan cara menyusunnya dengan baik.


Membangun Sikap Kritis Melalui Teks Diskusi BAB 6

1. Fungsi Teks Diskusi:

Sebagai cara menyelesaikan masalah dalam masyarakat, melibatkan pihak yang pro dan kontra.


2. Tujuan Menyimpulkan Teks Diskusi:

Menambah wawasan.

Menumbuhkan sikap menghargai pendapat orang lain.

Membantu merumuskan solusi masalah.


3. Struktur Teks Diskusi:

Pendahuluan: Memuat isu atau topik masalah.

Satu Sudut Pandang: Gagasan utama dan alasan pendukung dari satu sisi.

Pembahasan: Perspektif lain serta usulan penyelesaian masalah.

Simpulan: Merangkum gagasan utama dari kedua sisi sebagai solusi.


4. Ciri Kebahasaan Teks Diskusi:

Keterhubungan kata, kalimat, dan makna.

Penggunaan bahasa persuasif.

Kesantunan berbahasa,


5. Langkah-Langkah Menyusun Teks Diskusi:

Pilih dan tentukan topik.

Tentukan tujuan teks.

Kumpulkan data untuk mendukung argumen dari kedua sisi.

Susun kerangka tulisan.

Kembangkan kerangka menjadi pembahasan yang komprehensif.

Rangkuman ini mencakup hal-hal penting dalam menyusun dan memahami teks diskusi.


 BAB 7 Hikmah di Balik Cerita Inspiratif:

1. Definisi Cerita Inspiratif:

Cerita yang mengisahkan pengalaman masa lalu yang dapat menginspirasi orang lain, terutama berkaitan dengan keberhasilan dan kesuksesan tokoh.


2. Struktur Teks Cerita Inspiratif:

Abstrak (opsional): Inti cerita.

Orientasi: Pengenalan tema, latar, dan tokoh.

Komplikasi: Konflik hingga klimaks cerita.

Evaluasi: Munculnya pemecahan masalah.

Resolusi: Pemecahan masalah yang dihadapi tokoh.

Koda: Amanat dan pesan positif yang disampaikan.


3. Unsur Kebahasaan Cerita Inspiratif:

Menggunakan kata atau kalimat deskriptif.

Memakai kata-kata ekspresif.

Menggunakan majas, seperti metafora, perumpamaan, atau repetisi.


4. Langkah Menulis Cerita Inspiratif:

Tentukan tema dan amanat.

Buat kerangka isi cerita.

Awali dengan paragraf pembuka yang menarik.

Gunakan bahasa ringan dan mengalir.

Libatkan emosi secukupnya.

Pastikan akhir cerita istimewa.

Pilih judul yang relevan dan menarik.


5. Pentingnya Kepekaan terhadap Lingkungan:

Banyak kisah inspiratif dapat ditemukan dari kehidupan sekitar, yang bisa menjadi sumber cerita menarik dan mengesankan.

Rangkuman ini mencakup pengertian, str

uktur, unsur, dan langkah dalam membuat cerita inspiratif.


 Bab 8 Membangun Budaya Literasi dengan Mencintai Buku Nonfiksi

Pengertian Buku Nonfiksi: Buku nonfiksi bersumber dari fakta dan data secara objektif, seperti buku pelajaran, ensiklopedia, esai, jurnal, buku dokumenter, biografi, atau laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, dan disertasi).


Unsur Buku Nonfiksi:

Sampul buku

Pokok bab buku

Judul bab dan subbab

Isi buku

Cara menyajikan isi buku

Bahasa yang digunakan

Sistematika penulisan

Merangkum Buku Nonfiksi: Merangkum (ringkasan) adalah menyarikan semua gagasan pokok (intisari) sebuah tulisan atau buku menjadi bentuk yang ringkas dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang sesuai dengan teks aslinya.


Langkah Merangkum Buku Nonfiksi:

Baca dan pahami informasi umum buku

Baca dan pahami isi buku secara umum melalui daftar isi dan kata pengantar

Perhatikan sistematika penulisan buku

Catatlah gagasan utama dan beberapa data penting sebagai bahan rangkuman

Rangkailah dan kembangkan gagasan utama menjadi rangkuman isi buku

Gunakan peta pikiran untuk merangkum isi buku

Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Nonfiksi: Buku nonfiksi terdiri dari judul buku, bab, subbab, paragraf, dan kalimat yang saling berhubungan secara sistematis.


Menyusun Tanggapan Terhadap Buku:

Bacalah buku dengan saksama sampai tuntas

Tandai bagian-bagian buku yang dianggap menarik untuk ditanggapi

Susunlah tanggapan secara objektif dengan alasan logis dan masuk akal

Baca ulang tanggapan dan perbaiki jika ada kesalahan


Thursday, 31 October 2024

Komentar artikel tentang PBL DAN PjBL

 Pengembangan dan implementasi Project-Based Learning (PjBL) di berbagai tingkat pendidikan telah menunjukkan dampak yang signifikan dalam meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar siswa. Pada pendidikan dasar hingga menengah, PjBL dapat membantu siswa memahami materi pelajaran melalui pengalaman langsung, sedangkan pada pendidikan tinggi, PjBL memungkinkan mahasiswa mengembangkan keterampilan profesional yang relevan dan siap menghadapi dunia kerja. Berger, dalam bukunya An Ethic of Excellence, menekankan bahwa kualitas hasil proyek yang dikerjakan siswa perlu menjadi fokus utama dalam PjBL. Ia menggarisbawahi bahwa proyek yang baik tidak hanya berorientasi pada hasil akhir tetapi juga pada proses, di mana siswa terlibat penuh dan memberikan yang terbaik dalam setiap tahap pengerjaan. Dengan pendekatan ini, kualitas proyek tidak hanya diukur dari segi akademis tetapi juga dari nilai etis dan keterampilan praktis yang diperoleh siswa.

Dalam konteks pendidikan modern, PjBL dan pendekatan terkait seperti Problem-Based Learning (PBL) menawarkan nilai lebih dari sekadar instruksi tradisional. Dengan mengadopsi elemen-elemen dari filosofi John Dewey, yang menekankan pengalaman langsung, dan pendekatan Howard Barrows, yang mengedepankan pemecahan masalah, kedua metode ini memungkinkan pendidikan menjadi pengalaman yang membentuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa. Pendekatan ini juga membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang kompleks.


Kesimpulan

Baik PjBL maupun PBL menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi pengalaman yang memperkaya keterampilan dan membangun karakter siswa. Implementasi PjBL yang efektif membutuhkan perhatian pada kualitas proses dan produk, serta perencanaan yang matang agar pembelajaran menjadi relevan dan bermakna. Dengan demikian, PjBL dan PBL menawarkan paradigma baru yang memungkinkan siswa menjadi individu yang lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Monday, 28 October 2024

Rangkuman bab 4,bab 5, bab6

 BAB4  Memberi tanggapan dengan santun

A. Mengidentifikasi Informasi Teks Tanggapan

a. Pengertian Teks Tanggapan

Teks tanggapan ialah teks yang berisi penyampaian tanggapan mengenai suatu peristiwa, fenomena, isu, atau hal lainnya dengan analisis yang mendalam dari berbagai sudut pandang. Tanggapan ini disampaikan tentu tergantung pada pendapat orang yang mengkritisi. Dengan begitu, pengkritisi bisa menyampaikan rasa setuju atau tidak setuju.

Setiap tanggapan yang diberikan harus mempunyai alasan, dan manfaatnya membuat orang yang di tanggap semakin lebih baik.  

b. Tujuan Teks Tanggapan

Tujuan teks tanggapan yaitu untuk memilih salah satu pernyataan, karena teks ini berisi alasan yang mendukung dan yang menolak.

c. Ciri Ciri Teks Tanggapan

Ciri-ciri yang dimiliki teks tanggapan sangat khusus, karena pasti di dalamnya terhadap tanggapan-tanggapan berbeda. Ciri-cirinya:

Teks ini memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar (disertai fakta dan alasan).

Struktur terdiri dari konteks, deskripsi, dan penilaian

Kaidah kebahasaan dengan ciri terdapat kata rujukan.


B. Menyimpulkan Informasi Teks Tanggapan

Cara menyimpulkan informasi dari teks tanggapan terhadap suatu karya (lukisan, buku, dll) adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.


Karya apakah yang ditanggapi?

Siapa yang menghasilkan karya tersebut?

Siapa yang menaggapi?

Bagaimana bentuk tanggapannya?

Bagaimana cara menanggapinya?

Catatan:

Bentuk tanggapan berkaitan dengan pujian atau kritik; cara menanggapi berkaitan dengan urutan penyajian tanggapan.


C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan

a. Struktur Retorika Teks Tanggapan

Seperti yang ada pada ciri-ciri teks tanggapan, teks ini disusun oleh 3 elemen yaitu:

Konteks, berisi jawaban atas pertanyaan apa yang ditanggapi? Di mana dan kapan peristiwa terjadi? Peristiwa apa, politik, sosial, seni budaya?

Deskripsi, berisi jawaban atas pertanyaan bagaimana sesuatu terealisasi/diciptakan atau dihasilkan?

Penilaian, bagian ini berisi apa yang kita pikirkan tentang sesuatu itu?

b. Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan

Ciri kebahasaan yang biasa dipakai dalam teks tanggapan diantaranya:

Kalimat kompleks: kalimat yang memiliki lebih dari 2 struktur dan 2 verba.

Konjungsi: kata penghubung yang menghubungkan setiap kata dan struktur.

Kata Rujukan: sesuatu yang digunakan oleh penulis untuk memperkuat pernyataan dengan tegas. Dikenal juga dengan sebutan referensi.

Pilihan Kata: pemilihan kata yang sesuai dalam penggunaan sekaligus pembuatan teks tanggapan kritis.

c. Memuji Secara Tepat

Cara memberikan pujian yang tepat yaitu:

1. Tulus, bukan basa basi.

Contohlogo

logo-tv

Cari

News Edukasi Ekonomi Kreatif Entertainment Gaya Hidup Inspirasi Nasional Olahraga Opini Otomotif Religi Teknologi Video Photo

 Edukasi

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 13 edisi revisi 2018 Bab 4 Memberi Tanggapan dengan Santun

Rifqi Musthofa

Kamis, 1 Desember 2022 | 08:30 WIB

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 13 edisi revisi 2018 Bab 4 Memberi Tanggapan dengan Santun (Foto: Freepik mindandi)

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 13 edisi revisi 2018 Bab 4 Memberi Tanggapan dengan Santun (Foto: Freepik mindandi)

Kamu tampak lebih ceria jika memakai baju warna itu. (tepat)

Kamu bagus memakai baju itu. (kurang tepat)

2. Hormati, hargai.

Hati-hati memuji berdasarkan suku, agama, ras, atau penampilan fisik seseorang orang. Hindari juga penjelas yang tidak perlu.

Contoh kurang tepat.

Kamu hebat untuk ukuran orang desa.

Tidak ada orang kampung yang sepintar kamu. (ini menyiratkan orang desa/kampung tidak ada yang hebat atau pintar).

Tuh kan kamu terlihat lebih cantik kalau berdandan. (ini menyiratkan bahwa jika tidak berdandan orang itu tidak cantik).

3. Waktu

Perhatikan situasi dan kondisi saat memberikan pujian karena ada beberapa pujian yang tidak cocok dalam situasi tertentu.

4. Berikan rasa nyaman

Tujuan memuji adalah untuk orang lain bukan membicarakan diri sendiri.

Misalnya: Kamu hebat sekali sudah memenangi kejuaraan catur mengharumkan sekolah kita, kalau saya tidak mungkin bisa. Saya orang yang tidak bisa apa-apa.” (contoh seperti ini membuat orang yang dipuji tidak merasa nyaman).

d. Menemukan Hal untuk Dipuji

Beberapa hal yang bisa dijadikan bahan pujian

Pujilah pada hal yang menjadi kepedulian khusus seseorang akan dirinya (seperti kepribadiannya, hasil kerjanya, prestasinya).

Pujilah orangya, bukan objeknya.

Pujilah hal apa yang diperjuangkannya.

Intinya, orang ingin mendapatkan pujian dari hal yang dia inginkan bukan yang kita inginkan.

e. Menerima Pujian

Contoh sikap apresiatif dan membuat pemberi pujian senang.

“Terima kasih banyak” atau cukup “terima kasih”. Ucapan abadi sederhana klasik yang paling mudah diucapkan.

“Terima kasih atas penghargaan ........”

“Terima kasih; ucapan yang memotivasi saya.”

“Terima kasih – saya senang sekali.”

“Terima kasih, kamu baik sekali.”

f. Mengkritik

Kritik yang baik didasari atas beberapa hal yaitu:

Bersifat membangun (konstruktif)

Di dasarkan pada niat yang baik.

Hanya untuk hal penting saja dan untuk kepentingan orang lain.

Tidak di sembarang waktu dan tempat.

Berfokus pada kekuatan keunggulan bukan pada kelemahan keburukan.


D. Mengungkapkan Teks Tanggapan secara Lisan dan atau Tulis

Pedoman membuat teks tanggapan adalah dengan memerhatikan struktur teks tanggapan yaitu: konteks, deskripsi, penilaian.


BAB 5 Menyajikan Teks Diskusi 

A. Mengidentifikasi Informasi Teks Diskusi

Teks diskusi disusun untuk menyajikan pendapat,

sudut pandang, atau perspektif yang berbeda

terhadap suatu pemasalahan.

Sehingga setiap orang mengajukan pendapat yang berbeda-beda, gagasan dan argumentasi dievaluasi untuk mengambil keputusan

B. Menyimpulkan Isi Teks Diskusi

Kegiatan meyimpulkan isi tulisan diawali dengan

pokok pikiran setiap paragraf.

Adapun struktur teks diskusi terdiri atas

pendahuluan, isi, dan simpulan.

Pendahuluan menyangkut pernyataan untuk

membatasi topik, latar belakang topik dan sudut

pandang berbeda yang akan dibahas.

Isi berupa serangkaian topik, dua atau tiga paragraf

argumen pro maupun kontra berserta alasan dan

contoh pendukungnya. Serta menggunakan bahasa

persuasif dan kohesif untuk menghubungkan

gagasan.

Sedangkan simpulan berisi simpulan argument dari kedua sisi pro dan kontra, mengevaluasi argumen yang paling efektif. Serta rekomendasi satu sudut pandang berdasarkan argumen yang disajikan.

C. Menelaah Teks Diskusi

Menelaah teks diskusi pada dasarnya sama dengan

teks eksposisi yaitu memperhatikan pendahuluan,


BAB 6 Menyusun Cerita Inspiratif 

Materi menyusun cerita inspiratif berfokus pada cara membuat cerita yang memberikan motivasi, pelajaran hidup, dan pesan moral bagi pembacanya. Berikut rangkuman dari langkah-langkah utama dalam menyusun cerita inspiratif:


1. Pengertian Cerita Inspiratif: Cerita inspiratif adalah cerita yang berisi pengalaman hidup atau peristiwa yang memotivasi dan memberikan pelajaran berharga. Tujuannya untuk menyentuh emosi pembaca dan memberikan pesan positif.


2. Ciri-ciri Cerita Inspiratif:

Mengandung pesan moral atau nilai positif.

Menampilkan tokoh yang menghadapi tantangan atau masalah.

Menceritakan perjuangan, ketekunan, atau sikap pantang menyerah.

Menggunakan bahasa yang mampu menginspirasi pembaca.


3. Struktur Cerita Inspiratif:

Orientasi: Pembuka cerita yang memperkenalkan tokoh, latar, dan situasi awal.

Komplikasi: Bagian di mana muncul masalah atau konflik yang dihadapi tokoh utama.

Resolusi: Penyelesaian masalah atau cara tokoh mengatasi konflik.

Koda: Penutup yang berisi pesan moral atau pelajaran yang bisa diambil dari cerita.


4. Langkah Menyusun Cerita Inspiratif:

Menentukan tema atau pesan yang ingin disampaikan.

Merancang tokoh utama yang memiliki karakter inspiratif.

Mengembangkan alur cerita yang menggambarkan konflik atau tantangan.

Menyusun penyelesaian yang memberikan inspirasi atau motivasi kepada pembaca.


5. Kaidah Kebahasaan Cerita Inspiratif:

Menggunakan bahasa yang jelas dan bermakna.

Memakai kalimat yang menggugah perasaan dan mengajak pembaca merenung.

Menggunakan dialog yang mendukung karakter tokoh dan pesan cerita.

Dalam menyusun cerita inspiratif, penting untuk menyampaikan nilai-nilai positif, seperti keberanian, ketekunan, dan kejujuran, melalui alur yang mengalir dan tokoh yang menarik. Hal ini membuat c

erita lebih hidup dan mampu menyentuh hati pembaca.


Hutan Sunyi dan Kompas Ajaib

Judul: Hutan Sunyi dan Kompas Ajaib Orientasi Di suatu desa kecil yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan lebat, hiduplah seorang anak la...